Kamis, 07 Agustus 2008

Baperjakat Swasta = Wawan, Adiknya Rt Atut Chosiyah

Atut Akui Peran “Baperjakat Swasta”

Selasa, 22-Juli-2008, 07:56:41





SERANG - Selain mendengarkan masukan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dalam penempatan pejabat di Pemprov Banten, Gubernur Ratu Atut Chosiyah mengaku kerap menerima masukan dari “Baperjakat Swasta”.


“Siapa saja boleh memberikan masukan. Bisa saja kalau itu dianggap positif, demi melindungi Ibu (Gubernur, red) dan masyarakat serta untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Atut saat ditanya wartawan perihal keberadaan “Baperjakat Swasta” dalam proses penempatan pejabat di Pemprov Banten, Senin (21/7).

Kata Atut, dirinya dapat menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk juga wartawan. “Masukan itu layak ditindaklanjuti karena sesuai dengan kebutuhan dan harapan, serta sesuai ketentuan. Dan penempatan pejabat itu kan hak prerogratif Gubernur. Jangan punya perasaan subjektif,” tugas Atut usai Rapat Paripurna di DPRD Banten.

Namun, Atut tak menyebutkan siapa saja pihak-pihak yang dimintai masukannya itu, selain Baperjakat resmi yang diketuai oleh Sekda Banten. Atut beralasan perlunya masukan itu, karena harus memroteksi kebijakan-kebijakannya dalam pelaksanaan program.

Pada bagian lain, menanggapi adanya praktik jual beli jabatan, Atut menegaskan, jika ada bukti otentik pihaknya akan memberikan sanksi. “Saya paling tidak suka dengan yang seperti itu (jual beli jabatan-red),” tandas Atut.

SETWAN & DPKAD

Sementara itu, ditanya perihal calon pejabat yang akan mengisi posisi Sekretaris DPRD Banten dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Atut mengaku belum menerima usulan dari Baperjakat. “Kalau sudah masuk nanti dikaji. Hasilnya bisa sesuai usulan bisa tidak,” ujarnya.

Khusus untuk posisi Kepala DPKAD, siapa figur yang pas untuk menempati posisi tersebut, Atut hanya menyebutkan beberapa kriteria. “Dia harus bisa menjalankan tugas dan bisa bersinergi dengan pimpinan dan bawahan, serta SKPD lain. (Dia-red) juga harus komitmen dan (menunjukkan-red) loyalitas kepada pimpinan dalam rangka melayani masyarakat,” tandas Atut.

Disinggung beberapa nama calon berinisial AR, ES, dan CS, yang mulai merebak, Atut tak berani mengungkapkan. “Siapakah itu,” ujar Atut balik tanya.
Apakah yang pengalaman melayani masyarakat berarti pernah menjadi camat? “Pejabat secara keseluruhan harus bisa melayani masyarakat, baik yang pernah menjadi camat dan yang tidak,” timpalnya. (esl)

sumber: Radar Banten

12 komentar:

uxle mengatakan...

warga banten mau kemana kita, mau dibawa kemana banten kita jangan bisanya ngoceh tapi pikir pikir dong, ikhlas enggak engga untuk menjadi pemimpin, jangan mentang mentang adanya oTONOMI dAERAH LU PADE PADA NGEJUAL ya sawah ya apa lah yang penting cukup untuk modal,sampai KiamatPun engga akan maju Banten ya kalau orang orangNya ya pada gitu

uxle mengatakan...

Mudah mudahan terpilihnya BUAPTI LEBAK RANGKASBITNG pada tanggal 16 Oktober 2008 entah siapapun yang terpilih sing podo jujurlah ingat ALLAH selalu mengikuti kita apa pun iu bentukNya,ya entah lagi keadaan ya entah korupsi, janji jani manis ke rakyat lebak DLL dan sebagainya

Anonim mengatakan...

From Now...
Boikot semua yang bearasal dari Trah Hasan Sochib..
mereka yang telah memperkaya diri lewat kekuasaan yang absolut..
Fuck you..
Hasan Sachib..
Go to hell...
Say let die t' ya..

Anonim mengatakan...

SEGERA USUT PEMBUAT BLOG INI !!!!

Anonim mengatakan...

Apresiasi yg tinggi ut pembuat blog ini.
Sebuah langkah yang menarik.
Sejak lama sy mencari kawan2 yg 'se-ide' seperti ini.
Bagaimaan kalau kita mengorganisir diri menjadi sebuah gerakan yg masif (tidak harus bertemu/kumpul) namun memiliki agenda aksi yg lebih jelas. Sy yakin akan banyak lagi kawan yg dg sukarela bergabung.

Anonim mengatakan...

Sah-sah aja semua orang punya pendapat. Namanya juga demokrasi.
Kalo ada yang tersinggung, yah...
Masih keturunan ORBA kali.
Tapi kalo di Banten mah, kayaknya masih jaman ORBA. Kagak ada perubahan.
Gw paunya usul agar Banten jadi Kerajaan atau Daerah Istimewa aja.
Abah jadi Raja (kayak Djokja), Atut jadi Gubernur,
Andika jadi putra mahkota.
Ok ok ok
10 x 10 = Capek dech

Anonim mengatakan...

Anaknya itu lo..
cucunya ito loh
cucu mantunya itu loh
Monyet...
bisa apa You...
Bikin masalah aja...
Keluarga You dah bikin masalah dari Eyang mu sampai Emakmu itu..
Jangan asal nongol aja...
mengkaderkan diri aja dlu.. jgn tau tau2 nongol pake duit emak mu itu yg sebnarya dari arisan proyek2 yg udah diatur..
Monyet...
Tau diri lah...
bisa apa You...
Narsis amat..
Menjelang Hajat Pemilu..
tanpa berbuat apapun buat banten tau tau nongol...
Monyet..

Anonim mengatakan...

yang komentar negatif tanda iri

Anonim mengatakan...

klo brani mgomong d dpn orgnya.... fuck u yg bwat blog ini.. ketauan lu bsa d tembak matai, kpala lu d jadiin bola mampus lu tolol ! yg ksih kmentar negatif mati aja lu !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Maulana Sugaryo mengatakan...

Ampuni aku Tuhan.....Izinkanlah AKu Mampu Keluarkan Petir Dari Mata...Biarlah Semua Ynag Melarangku Meraih Hajatku...Gw Samber Aje Ampe Klenger....wk...wk...wk
MAnusia Binasa...Manusia Tiada...
Mau Apalgi Bro'....?!
Ambil Aje Yang Mudah...!

Anonim mengatakan...

kt sbg warga negara baik hrs bjksn,jgn hny bs menghujat blm tentu kt bs sprt mrk,banten yg sy amati sdh maju,tp bnyk org syirik dgn pemimpin yg sdh bkrj dgn sekuat tenaganya,sy sbg warga mengajak mari kt bangun banten bersama-sama biar lbh maju,dan saling mengingatkan bkn merusak yg sdh berjalan

Amisha mengatakan...

Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut